jepang, parenting, pregnancy

Melahirkan Normal di Jepang! ~Hadiah Terindah di Awal Tahun~

31 Desember 2019 tengah malam ~ 1 Januari 2020 dini hari

Kemudian saat pengecekan pintu rahim berikutnya, alhamdulillah pintu rahim terbuka sempurna dan bidannya bersiap-siap untuk proses lahiran. Kursi bersalinnya dinaikkan, bagian kakinya dibuka lebar. Suami disuruh berdiri di bagian kepala dan diminta bidan untuk membantu mengangkat kepalaku saat ngedan.

Begitu ada perintah boleh ngedan dari bidan, disitulah baru ngedan dan dorong bayinya sekuat tenaga. Kalau dipikir-pikir, ngedannya itu lebih ke rasa “ngedan untuk ngeluarkan sesak BAB yang tak tertahankan”😅. Alhamdulillah aku masih bertenaga dan dengan ngedan beberapa kali, bayiku lahir pada 1 Januari 2020 pukul 03:20 pagi!❤️👶Bidan yang bantuin ada 3 orang dan mereka sampai kaget karena cepat bayinya keluar. Salah satu dari mereka bilang “nggak kayak ngelahirin anak pertama”😅

Tali pusatnya dipotong, bayinya dilap sedikit dengan handuk, lalu dibawa ke atas perut/dadaku untuk digendong. Sampe nangiiiissss…. terharu dong abis ngelewatin segitu banyak cobaan nahan sakit akhirnya ketemu dengan si baby 💏 Bayinya kemudian dibawa sama bidannya lagi untuk ditimbang, diukur, dan dibersihkan lagi, terus bidannya ambilin foto kami bertiga sekeluarga💕

Lahir pada 1 Januari 2020 pukul 03:20 dengan berat kurang lebih 2,700 gr, panjang 49 cm

Setelah itu dokter kandungannya datang untuk jahit luka dan cek plasenta. Sebelum treatment, bidan meminta suami untuk pulang istirahat dan kembali lagi di jam besuk (di RS aku jam besuk antara jam 3 sore sampai 8 malam).

Aku nggak di perineal section (digunting bagian antara vagina dan anus untuk memperluas jalur keluar bayi) karena alhamdulillah bayinya keluarnya lancar, namun luka sedikit karena terdorong kepala bayi. Setelah semua treatmentnya selesai, bidan bantu aku ganti baju ke piyama lain dan aku disuruh istirahat dan tetap berada di ruangan bersalin selama kurang lebih 2 jam sebelum pindah ke kamar rawat. Disitu terasa lega banget akhirnya perjuangan selesai🙂

Uncategorized

Melahirkan Normal di Jepang! ~Kontraksi di Akhir Tahun~

Mendekati akhir tahun di kehamilan 38w, aku mulai merasakan sakit di area perut namun masih dengan interval yang tidak teratur. Rasa sakit ini disebut dengan “false labor pain” atau bahasa Jepangnya 前駆陣痛 (zenku jintsuu), yang artinya “kontraksi palsu”. Aku pakai aplikasi penghitung interval kontraksi “Jintsuu Kita Kamo” untuk deteksi intervalnya karena ada case dimana kontraksi palsu berubah jadi kontraksi beneran, dan aku harus menghubungi RS kalau intervalnya sudah 10 menit.

Data interval kontraksi pakai aplikasi “Jintsuu Kita Kamo”

Aplikasi ini bisa dishare sama pasangan, jadi dua-duanya bisa lihat real time.

30 Desember 2019, pukul 22:00

Intervalnya sudah 6-7 menit, aku menelepon RS dan diminta untuk segera datang dengan membawa semua keperluan untuk melahirkan dan rawat inap (pakaian dll). Aku segera menelepon “Jintsuu Taxy“, layanan taksi khusus untuk ibu hamil yang mengalami kontraksi (perlu registrasi data diri terlebih dahulu, jadi lebih baik untuk segera registrasi jauh-jauh hari) untuk mengantar aku dan suami ke RS. Beberapa perusahaan taksi menyediakan layanan Jintsuu Taxy ini dan perusahaan taksinya beda-beda tergantung area.

Sesampainya di RS, aku disuruh ganti pakaian ke piyama RS dan mengenakan celana dalam melahirkan yang namanya 産褥ショーツ (sanjoku shootsu / puerperant panties). Celana dalam ini wajib dipakai sama ibu hamil yang mau melahirkan supaya dokter/bidan/perawat mudah melakukan pengecekan rahim.

Setelah itu aku masuk ruangan kontraksi. Ruangan kontraksi ini adalah ruangan dimana si ibu berada sampai pintu rahim terbuka seluruhnya (10 cm). Jadi di ruangan inilah aku menahankan sakit kontraksi😭Beberapa kali pindah ke ruangan melahirkan yang berada tepat di depan ruangan kontraksi untuk dicek kondisi bukaan pintu rahim. Sakit juga saat si perawat/bidan memasukkan jarinya dalam sampai menemukan pintu rahim kemudian jarinya berputar-putar untuk menghitung perkiraan bukaan rahim. Sudahlah menahankan sakit kontraksi, menahankan sakit pemeriksaan bukaan juga 😄

Karena keluarga nggak boleh menginap, jadi setelah memastikan kondisiku, suami pulang ke rumah dan kembali keesokan harinya.

31 Desember 2019 pagi menjelang siang

Suami datang ke RS dan membantuku melewati setiap gelombang kontraksi. Semakin lama kontraksinya semakin kuat dan semakin menyakitkan😭Untuk mempercepat bukaan, memperkuat kontraksi, juga merelaksasi supaya kontraksinya lancar, RS menyediakan air panas yang ditetesi aroma untuk merendam kaki 2 kali. Siangnya sudah bukaan 5, kemudian sore ke malam sudah bukaan 7. Diperkirakan akan lahir di hari itu.

Di bukaan 5, aku ngerasain keinginan untuk mengedan, lebih tepatnya ngerasain seperti ingin buang air besar yang tak tertahankan 😅Tapi masih nggak boleh ngedan karena belum bukaan sempurna. Kalau ngedan sebelum terbuka sempurna 10cm, bisa menyebabkan pintu rahimnya bengkak yang bikin pemulihannya lama. Nah menahankan nggak boleh ngedan ini luar biasa susah. Aku melewatinya dengan menekan kuat bokong dan kedua tumit ke tempat tidur, sambil menggenggam erat (dan kuat banget) pagar tempat tidur. Aku mesti menahankannya selama kurang lebih 50 detik dan luar biasa banget lah pokoknya, dalam kepala cuma “segera lah ini berakhir”😭 Pas ada suami, aku minta dia tekan daerah anus dengan bola tenis supaya nggak ngedan, ini adalah metode di Jepang untuk nahan ngedan, jadi bola tenis atau bola golf adalah salah satu item yang penting banget saat ngelewatin kontraksi.

Aku nahankan sakit kontraksi itu dengan duduk, karena kalau tiduran dan mencoba tidur trus tiba-tiba kontraksinya datang, aku ngerasa lebih sakit. Namun ternyata itu bikin badanku dan si bayi capek, yang menyebabkan tadinya udah bukaan 7, tapi bayinya naik lagi ke rahim dan jadi bukaan 5. Jadinya jauh lagi untuk lahir di hari itu.

Malam sekitar pukul 7 atau 8 malam (nggak gitu ingat, aku bahkan nggak tepikir lagi siang-malam, jam dll), pihak RS menyuruh suami pulang untuk istirahat dan akan menelepon suami kalau mendekati persalinan. Selama suami nggak ada, perawat dan bidan yang secara teratur datang mengecek kondisiku. Beberapa kali juga nurse call karena nggak kuat nahan ngedan. Lalu saat pengecekan pintu rahim di ruangan bersalin (di atas kursi bersalin) sekitar pukul 10 atau 11 malam, proses bukaannya lancar dan mungkin akan segera lahir, jadi RS nelpon suami untuk segera datang. Semakin mendekati persalinan, nahan ngedan makin menyakitkan, aku nggak sanggup nggak bersuara nyaris teriak. Suami bantu menekan anus dengan bola tenis dan perawat bantu arahkan pernapasan, supaya aku lebih rileks dan nggak terbawa sama sakitnya.

Lanjut ke post berikutnya yaaa

pregnancy

Kelas Orang Tua (Ayah dan Ibu) ; Peran Penting Ayah Mulai dari Memandikan hingga Ganti Popok!

Kalau sebelumnya kelas ibu hanya dihadiri oleh si calon ibu saja, kali ini di kelas orang tua dihadiri oleh calon ayah dan ibu. Jadi di Jepang total kelas pendidikan yang diikuti ada 3 ; kelas ibu 1, kelas ibu 2, dan kelas orang tua (ayah ibu).

Kelas orang tua juga diadakan oleh klinik bersalin dan juga pemerintah lokal, dengan bahan ajarnya kurang lebih sama, jadi aku nggak gabung aja yaa inti pelajarannya.

Di kelas orang tua ini intinya adalah peran ayah dalam mengasuh anak, jadi hampir semua praktek di kelas orang tua ini dilakukan oleh ayah.

Memandikan bayi

Sama seperti di Indonesia, memandikan bayi di Jepang juga pakai baby bath. Kalau dulu banyakan yang mandikan bayi sambil jongkok atau duduk, kalau sekarang banyak yang mandikan bayi di westafel dapur atau westafel kamar mandi, jadi sambil berdiri gitu, jadi nggak sakit pinggang, hehehehe…

Di praktek memandikan bayi ini disediakan boneka bayi yang ukuran dan beratnya sama dengan bayi yang baru lahir.

Urutan mandikan bayi :

  • Setelah baju bayi di buka, letakkan kain gauze khusus untuk mandi (ukurannya persegi panjang) di perut bayi dan masukkan bayi ke dalam baby bath yang sudah diisi air hangat sekitar 38 derajat.
Bayi yang sedang dimandikan. Kain putih itu adalah kain gauze untuk mandi

Di Indonesia aku belum pernah liat ada yang pakai kain gauze gini untuk mandikan bayi. Nah di Jepang itu ternyata pakai kain gauze khusus untuk mandi ini dan kainnya juga umum dijual di baby shop. Tujuannya supaya si bayi merasa aman jadi nggak nangis meraung2 saat mandi. Kalau dipikir2 iya juga, karena kan bayi kalau dia dibuka bajunya atau ada bagian tubuhnya yang terbuka, dia langsung nangis gitu kan ya. Ternyata itu karena dia ngerasa nggak aman badannya kebuka.

Saat masukin bayi ke dalam baby bath, dari kakinya dulu, baru ke punggung dan seluruh badan sampai dekat leher. Awal-awal dia pasti nangis bentar tapi abis itu nyaman rasanya ngapung di air hangat hehehehe

  • Basahi kain gauze yang lebih kecil (ukuran sapu tangan), peras sedikit, balut jari telunjuk dan bersihkan bagian mata bayi dengan gerakan dari luar ke dalam. Lalu dengan bagian kain gauze yang lainnya (yang bersih), usapkan ke wajah bayi bagian kiri dan kanan membentuk angka 3, baru usapkan bagian tengah wajah (kening, hidung, bibir, dagu). Bersihin wajahnya mesti betul-betul karena kulit bayi baru lahir sensitif banget, mudah tersumbat kotoran yang bikin muncul bintik-bintik merah.
  • Ambil sabun, balurkan ke rambut bayi. Lalu dengan kain gauze sapu tangan yang basah bilas sabunnya dari kepala bayi. Pada dasarnya kita pakai sapu tangan gauze untuk membilas bagian tubuh bayi, nggak diciprat2 gitu.
  • Ambil sabun, bentuk huruf L dengan jari telunjuk dan jempol, lalu bersihkan leher bayi.
  • Balurkan juga sabun ke lengan bayi dengan dengan gerakan menggenggam lengan bayi dan gerakkan tangan kita dari lengan bayi sampai ke telapak tangan bayi. Poin penting disini adalah mesti bersihkan bagian terutama yang berlipat. Nah si bayi ini cenderung masukkan tangan ke dalam mulut atau menggerakkan tangan ke arah mulut, jadi habis kita bersihkan dengan sabun, tangannya langsung dimasukkan ke air supaya kalaupun dia dekatkan tangannya ke mulut, sabunnya nggak masuk ke mulut bayi.
  • Setelah itu bersihkan juga bagian dada dan perut bayi. Kata perawat yang ngajarin, jangan takut basuh bagian pusatnya (karena masih nempel ari-ari pusatnya). Kalau nggak dicuci yang malah bahaya karena bikin berkuman dan berbau (bahaya kaan!).
  • Balurkan sabun ke kakinya. Caranya juga sama dengan bagian lengan, kita genggam kakinya lalu gerakkan tangan kita dari paha sampai kaki sambil dengan gerakkan kiri-kanan. Poinnya juga sama, bersihin terutama bagian kaki yang berlipat. Nah kalau kaki kan dia ada dalam air tuh, kita ambil sabun pun sabunnya kecampur sama air, tapi gak apa-apa, no problemo~
  • Berikutnya bagian punggung. Ini nih bagian memandikan yang bayi yang paling bikin grogi. Letakkan tangan kita yang lain (yang nggak menyangga bayi) ke ketiak bayi, jatuhkan badan bayi ke lengan kita yang menyangga ketiaknya. Pastikan kepala bayi bersandar ke lengan kita dan kedua tangan bayi terangkat ke atas tersangga di lengan kita. Disini mesti hati-hati jangan sampe air mandi kena mukanya bayi ><
  • Basuh punggung bayi pakai sabun, bilas dengan sapu tangan gauze.
  • Balikkan bayi ke posisi semua (posisi menghadap langit-langit, bersihkan bagian selangkangan dan belahan bokong. Angkat dari bak.

Pastikan mandiin bayi dalam rentang waktu 5-7 menit!

Kalau mau liat praktek langsungnya ada di youtube dengan keyword 「ベビー 沐浴」, ntar muncul banyak video gimana memandikan bayi di Jepang seperti di bawah ini.

Mengganti Popok

Di Jepang, cara ganti popoknya juga sedikit beda dengan di Indonesia.

  • Letakkan popok yang bersih di bawah pinggang-bokong bayi
  • Buka popok yang kotor, bersihkan selangkangan bayi. Gulung sambil tarik popok yang kotor. Kaki bayi diangkat lembut ke atas dalam bentuk kaki bayi tetap M, jangan ditarik!
  • Segera pasang popok yang bersih. Pastikan popoknya nggak terlalu kencang dan nggak terlalu longgar.

Menurut adikku yang uda coba, cara ini bikin ganti popok jadi lebih cepat. Terutama bagi yang punya anak laki-laki hehehehe

Mencoba jadi ibu hamil

Di kelas ini ada disediakan suit gitu yang dikasi beban kurang lebih 10 kilo di bagian dada dan perut. Si ayah pakai suit ini dan nyobain jadi ibu hamil. Biasanya ibu hamil naik 10 kilo (standarnya) sampai di bulan ke-10 kehamilan (sebelum lahiran), karena itu beban suitnya juga 10 kilo. Sambil pakai suit itu, si ayah nyobain tidur, ngambil barang yang jatuh, naik tangga dll, betapa susahnya jadi ibu hamil 😂Karena dengan perut dan payudara yang membesar, selain badan jadi berat, susah kan mau tidur, ubah posisi tidur, juga ambil barang yang jatuh ke lantai dan berdiri lagi 😢Jadi dengan ada percobaan kayak gini, si ayah jadi ngerasain kalau jadi ibu hamil itu nggak gampang☺️

Ini ceritanya suami pakai suit yang 10 kilo itu dan duduk kecapekan 😂

pregnancy

Kelas Ibu Part 2 di Pemerintah Lokal ; Pemeriksaan Gigi dan Pentingnya Menu Bergizi

Kalau di kelas ibu di klinik bersalin menjelaskan tentang prosedur bersalin, di kelas ibu pemerintah lokal menjelaskan tentang pentingnya menu bergizi selama kehamilan dan juga ada pemeriksaan gigi dari dokter gigi.

Menu yang bergizi

Selama hamil, si ibu harus memperhatikan nggak hanya gizi untuk diri sendiri, tapi juga gizi untuk si bayi, terutama asam folat, zat besi, dan kalsium yang katanya cenderung terlupakan. Si Ibu disarankan untuk makan teratur dan seimbang 3 kali sehari. Bukan berarti karena sedang berbadan dua, jadi makan sebanyak-banyaknya (kayak yang sering kita dengar hehehe). Karena kalau beratnya terlalu banyak naik, bisa menyebabkan susah lahir (melahirkannya makan waktu yang panjang, yang otomatis sakitnya juga jadi lama😭) atau hamil dengan tekanan darah tinggi.

Panduan kenaikan berat badannya :

  • BMI dibawah 18,5       9-12 kg
  • BMI diatas 18,5, dibawah 25,0  7-12kg
  • BMI di atas 25,0        5 kg (perlu anjuran dokter/ahli gizi)

Apalagi kalau selama hamil biasanya kuat banget keinginan untuk makan makanan manis tuh kan.. jadi katanya satu hari boleh la sekitar 200-300 kalori, tapi besoknya ya jangan makan manis lagi😂di kelang-kelang gitu makannya supaya berat badannya mudah dikontrol.

Gambar di atas jelasin grafik jumlah makanan yang disarankan untuk dikonsumsi. Dari yang paling atas :

  • Makanan utama (nasi, roti, mi) → menurut ahli gizi di klinik bersalin, roti dan mi lebih baik dihindari karena banyak mengandung garam yang bikin bengkak/swelling.
  • Lauk (sayur, jamur, ubi, makanan laut dll)
  • Hidangan utama (daging, ikan, makanan dari kacang kedelai dll)
  • Susu atau produk susu (keju dll)
  • Buah-buahan → konsumsi buah juga nggak boleh berlebihan karena mengandung gula

Terus sebelum masuk jam makan siang, kami dikumpulkan di dapur dan diajari masak menu yang gizinya tinggi, rasanya enak tapi tidak terlalu kuat bumbunya. Disini dibagi dalam 4 kelompok masak dan semua kelompok masak menu yang sama. Menu yang kami masak adalah :

  • Tahu goreng dengan sayur dan udang kering masak pedas (masak pedas disini maksudnya dimasak pakai saus kacang pedas korea yang sama orang Indonesia jelas nggak pedas sama sekali😂)
  • Hijiki asam (marinated).
  • Miso soup (dengan banyak topping)
  • Yoghurt buah

※Hijiki adalah sayuran laut berwarna coklat yang tumbuh di garis pantai berbatu di sekitar Jepang, Korea, dan Cina, yang telah menjadi menu makanan sehari-hari di Jepang. Hijiki ini kaya serat dan mineral seperti kalsium, zat besi, dan magnesium.

Ternyata nasi disarankannya cuma 150 gr per sekali makan, nggak kenyaanngg hahahaha tapi lauknya banyak jadi yaa boleh laa..

Setelah semua selesai masak, lalu makan siang bersama dalam kelompok. Asyik juga karena bisa banyak ngobrol dengan ibu-ibu hamil lainnya. Di kelompok aku rata-rata sedang hamil anak perempuan, cuma satu ibu yang hamil anak laki-laki.

Pemeriksaan Gigi

Pemeriksaan gigi di Jepang jadi salah satu agenda check-up hamil, cuma tergantung sama daerahnya juga. Ada yang dia termasuk dalam voucher check-up, jadi si ibu hamilnya mesti ke dokter gigi untuk periksa, atau kayak yang ditempat aku dia nggak termasuk dalam voucher tapi disediakan di kelas yang diadakan pemerintah lokal.

Karena dokter dan perawatnya masing-masing cuma 1, jadi kelompok yang ngantri diajarin cara menggosok gigi yang benar dan nonton video “mengatasi anak yang nangis”. Di sesi menggosok gigi, dikasi cotton bud dan pewarna biru gitu untuk dioles ke gigi sebagai “kotoran gigi”, lalu disuruh gosok gigi sampai bersih. Disitu la ketauan apakah kebiasaan menggosok gigi selama ini betul-betul bersihin gigi atau masih ada yang ketinggalan. Lucu deh giginya pada biru semua 😂Rupanya di SD Jepang ada percobaan kayak gini untuk ajarin anak-anak cara gosok gigi.

Sayang banget nggak ada fotonya karena selama kelas nggak boleh ambil foto/video 😢

Nah jadi kenapa nih ada pemeriksaan gigi selama kehamilan? Karena katanya kalau ada gigi berlubang (yang otomatis ada kumannya) bisa berpengaruh ke kelahiran prematur😢 Jadi kalau ada gigi berlubang sedikit aja, harus segera diobati meskipun lagi hamil. Terus juga ternyata obat bius untuk gigi itu nggak apa-apa untuk ibu hamil, tentunya dengan informasi dulu sebelumnya ke dokter gigi kalau kitanya sedang hamil yaa..

Kelas Ibu Part 2 di Klinik Bersalin ; Persiapan Bersalin

pregnancy

Kelas Ibu Part 1 ; Pendidikan Dasar untuk Ibu Hamil

Di Jepang, ada kelas Ibu yang diadakan baik oleh klinik bersalin dan juga oleh pemerintah setempat. Kelas Ibu ini terdiri dari 2 kali pertemuan. Selain kelas ibu, ada juga kelas orang tua yang boleh diikuti oleh si ayah (kalau kelas ibu hanya ibu aja yang boleh hadir).

Kelas Ibu 1 (klinik bersalin)

Ini adalah kelas yang aku utamakan untuk diikuti, biasanya diwajibkan sama kliniknya bagi ibu hamil yang berencana melahirkan di klinik tersebut. Disitu membahas tentang metode persalinan yang diaplikasikan di klinik terkait. Kebetulan di klinik bersalin aku itu merekomendasikan metode sophrology dalam persalinan (bersalinnya normal), yaitu metode pengaturan pernafasan yang bikin relaks saat bersalin. Jadi aku belajar tentang sophrology ini di kelas Ibu part 1. Peserta dikasi lihat video ibu yang bersalin dengan metode pernafasan sophrology ini dan memang si ibu terlihat tenang dan relaks. Peserta juga dapat CD musik untuk latihan sophrology di rumah. Latihan dari sekarang lebih baik supaya terbiasa dengan musik dan ngatur pernafasannya, supaya nggak panik ntar pas lahiran.

Selain itu ada ahli gizi yang bicara tentang nutrisi yang diperlukan ibu hamil. Intinya adalah, karbohidrat (nasi, mi, roti dll) adalah untuk energi si ibu, sayur + ikan atau sayur + daging selain untuk ibu tapi juga untuk nutrisinya si bayi. Jangan lupa juga untuk konsumsi bahan makanan dari kacang-kacangan seperti tahu dan natto (dari kacang kedelai) dll.

Di trimester kedua porsi makan yang direkomendasikan :

  1. Pagi → waktu terbaik untuk makan telur / natto
  2. Siang → makan yang berat (steak, pasta, dll)
  3. Malam → makan yang lebih ringan seperti ikan dan tahu
  4. Snack → Susu dan yoghurt

※Lebih baik konsumsi protein di pagi dan siang hari karena itu jadi nutrisi untuk bayi. Bayi menyerap nutrisi dari ibu terutama dari yang dimakan ibu di pagi dan siang hari.

Makanan untuk menghindari anemia : hati (lever) + bawang perai (leek) atau bayam

Hati mengandung protein, zat besi, dan vitamin B12, sedangkan bawang perai dan bayam mengandung vitamin C dan asam folat. Dimakan barengan bisa bantu ngatasi anemia.

Ada dapat material tentang senam kegel untuk menghindari air seni bocor (katanya sering terjadi pada ibu hamil), pijat payudara untuk memudahkan keluarnya ASI, dll. Selain itu, ada disarankan juga untuk membersihkan kotoran/sel kulit mati dari puting susu terutama saat mendekati persalinan supaya nggak masuk ke mulut bayi saat menyusui nantinya.

Cara untuk membersihkan kotoran/sel kulit mati puting susu (bisa juga untuk melembutkan area puting susu supaya nggak sakit saat menyusui nantinya)

  1. Tuang minyak ke kapas (minyaknya boleh minyak zaitun, minyak jojoba, baby oil, apa aja), tempelkan di puting.
  2. Tempelkan plastik wrap di atas kepas tadi, diamkan selama 30 menit dan basuh.

※ Boleh pakai bra setelah ditempel plastik wrap sambil nunggu 30 menit.

※Direkomendasikan minimal 1 kali aja pun jadi, sebelum masuk RS untuk bersalin

Ada dapat macam-macam sampel juga seperti sampel susu bayi dan sampel popok.

Kelas Ibu 1 (pemerintah setempat)

Untuk menambah informasi, aku juga ikut kelas ibu yang diadakan oleh pemerintah lokal tempat aku tinggal. Kelas ini dihadiri oleh ibu-ibu hamil yang tinggalnya di kawasan sekitar, jadi bisa nambah kenalan. ]

Di kelas ibu part 1 ini juga diajarkan tentang bagaimana proses bersalin, kalau ternyata bayi itu mengecilkan tubuhnya supaya bisa melewari jalur bersalin. Materialnya dibawakan sama bidan. Disini aku baru tau kalau celana dalam selama hamil lebih baik dipisahkan cucinya dengan kaus kaki untuk menghindari infeksi, karena ibu hamil rentan dengan infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kelahiran prematur (pintu rahim terbuka sebelum waktunya) atau lainnya.

Selain itu juga dikasi tau prosedur yang perlu dan direkomendasikan untuk diambil setelah melahirkan.

  1. Mengurus akte kelahiran (shussei todoke 出産届). Mesti bawa dokumen yang menyatakan bayinya sudah lahir yang dikeluarkan dari klinik/rumah sakit, bawa ke shiyakusho/kuyakusho (balai kota setempat) dengan menyertakan data diri (karena si ibu masih di RS, biasanya si ayah yg ngurus, jadi bawa si ayah mesti bawa data diri), buku kesehatan ibu dan anak, stempel, dll. Apa aja yang diperlukan mesti di cek di situs shiyakusho/kuyakusho masing-masing area.
  2. Kalau di tempat aku ada yang namanya “shussei renrakuhyo”(出征連絡票), bentuknya seperti kartu pos yang juga bisa dikirimkan via pos, supaya dapat pengecekan gratis anak kalau dikeluarkan dalam waktu 28 hari setelah kelahiran bayi.

Terus juga dikasi tau kalau ibu hamil mesti hati-hati dengan sensitivitas terhadap dingin (hieshou 冷え性, maksudnya udara dingin masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan kita merasa dingin terutama area perut dan pergelangan kaki) karena bisa bikin posisi bayinya sungsang. Jadi disarankan sama bidannya untuk mandi air panas paling nggak 3-4 kali seminggu untuk keluarkan udara dingin dari badan tadi. Katanya kalau shower doang, udara dinginnya itu nggak betul-betul keluar dari badan. Juga disarankan untuk cepat tidur-cepat bangun dan jalan kaki paling nggak 6,000-8,000 langkah terutama saat hamil tua.

Nanti kalau sudah dekat masa lahiran, disarankan untuk squat supaya kepala bayi tepat berada di arah jalur bersalin. Juga disarankan untuk kemana-mana bawa pembalut malam supaya kalau tiba-tiba keluar air ketubannya, bisa segera dipakai pembalut malam untuk nampung air ketubannya.

Poin yang mesti diingat saat muncul kontraksi rahim siap bersalin adalah HEMBUSKAN NAFAS saat sakitnya datang.

Lalu karena di Jepang banyak bencana alam, mesti siap-siap untuk persiapan bayi menghadapi bencana alam, misalnya dengan standby susu siap minum dan popok, sama cari tahu lokasi evakuasi terdekat. Minimal ada persiapan untuk 3 hari.

Di post berikutnya aku akan cerita tentang kelas ibu ke2 yaa..