Di Jepang, ada kelas Ibu yang diadakan baik oleh klinik bersalin dan juga oleh pemerintah setempat. Kelas Ibu ini terdiri dari 2 kali pertemuan. Selain kelas ibu, ada juga kelas orang tua yang boleh diikuti oleh si ayah (kalau kelas ibu hanya ibu aja yang boleh hadir).
Kelas Ibu 1 (klinik bersalin)
Ini adalah kelas yang aku utamakan untuk diikuti, biasanya diwajibkan sama kliniknya bagi ibu hamil yang berencana melahirkan di klinik tersebut. Disitu membahas tentang metode persalinan yang diaplikasikan di klinik terkait. Kebetulan di klinik bersalin aku itu merekomendasikan metode sophrology dalam persalinan (bersalinnya normal), yaitu metode pengaturan pernafasan yang bikin relaks saat bersalin. Jadi aku belajar tentang sophrology ini di kelas Ibu part 1. Peserta dikasi lihat video ibu yang bersalin dengan metode pernafasan sophrology ini dan memang si ibu terlihat tenang dan relaks. Peserta juga dapat CD musik untuk latihan sophrology di rumah. Latihan dari sekarang lebih baik supaya terbiasa dengan musik dan ngatur pernafasannya, supaya nggak panik ntar pas lahiran.
Selain itu ada ahli gizi yang bicara tentang nutrisi yang diperlukan ibu hamil. Intinya adalah, karbohidrat (nasi, mi, roti dll) adalah untuk energi si ibu, sayur + ikan atau sayur + daging selain untuk ibu tapi juga untuk nutrisinya si bayi. Jangan lupa juga untuk konsumsi bahan makanan dari kacang-kacangan seperti tahu dan natto (dari kacang kedelai) dll.
Di trimester kedua porsi makan yang direkomendasikan :
- Pagi → waktu terbaik untuk makan telur / natto
- Siang → makan yang berat (steak, pasta, dll)
- Malam → makan yang lebih ringan seperti ikan dan tahu
- Snack → Susu dan yoghurt
※Lebih baik konsumsi protein di pagi dan siang hari karena itu jadi nutrisi untuk bayi. Bayi menyerap nutrisi dari ibu terutama dari yang dimakan ibu di pagi dan siang hari.
Makanan untuk menghindari anemia : hati (lever) + bawang perai (leek) atau bayam
Hati mengandung protein, zat besi, dan vitamin B12, sedangkan bawang perai dan bayam mengandung vitamin C dan asam folat. Dimakan barengan bisa bantu ngatasi anemia.
Ada dapat material tentang senam kegel untuk menghindari air seni bocor (katanya sering terjadi pada ibu hamil), pijat payudara untuk memudahkan keluarnya ASI, dll. Selain itu, ada disarankan juga untuk membersihkan kotoran/sel kulit mati dari puting susu terutama saat mendekati persalinan supaya nggak masuk ke mulut bayi saat menyusui nantinya.
Cara untuk membersihkan kotoran/sel kulit mati puting susu (bisa juga untuk melembutkan area puting susu supaya nggak sakit saat menyusui nantinya)
- Tuang minyak ke kapas (minyaknya boleh minyak zaitun, minyak jojoba, baby oil, apa aja), tempelkan di puting.
- Tempelkan plastik wrap di atas kepas tadi, diamkan selama 30 menit dan basuh.
※ Boleh pakai bra setelah ditempel plastik wrap sambil nunggu 30 menit.
※Direkomendasikan minimal 1 kali aja pun jadi, sebelum masuk RS untuk bersalin
Ada dapat macam-macam sampel juga seperti sampel susu bayi dan sampel popok.
Kelas Ibu 1 (pemerintah setempat)
Untuk menambah informasi, aku juga ikut kelas ibu yang diadakan oleh pemerintah lokal tempat aku tinggal. Kelas ini dihadiri oleh ibu-ibu hamil yang tinggalnya di kawasan sekitar, jadi bisa nambah kenalan. ]
Di kelas ibu part 1 ini juga diajarkan tentang bagaimana proses bersalin, kalau ternyata bayi itu mengecilkan tubuhnya supaya bisa melewari jalur bersalin. Materialnya dibawakan sama bidan. Disini aku baru tau kalau celana dalam selama hamil lebih baik dipisahkan cucinya dengan kaus kaki untuk menghindari infeksi, karena ibu hamil rentan dengan infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kelahiran prematur (pintu rahim terbuka sebelum waktunya) atau lainnya.
Selain itu juga dikasi tau prosedur yang perlu dan direkomendasikan untuk diambil setelah melahirkan.
- Mengurus akte kelahiran (shussei todoke 出産届). Mesti bawa dokumen yang menyatakan bayinya sudah lahir yang dikeluarkan dari klinik/rumah sakit, bawa ke shiyakusho/kuyakusho (balai kota setempat) dengan menyertakan data diri (karena si ibu masih di RS, biasanya si ayah yg ngurus, jadi bawa si ayah mesti bawa data diri), buku kesehatan ibu dan anak, stempel, dll. Apa aja yang diperlukan mesti di cek di situs shiyakusho/kuyakusho masing-masing area.
- Kalau di tempat aku ada yang namanya “shussei renrakuhyo”(出征連絡票), bentuknya seperti kartu pos yang juga bisa dikirimkan via pos, supaya dapat pengecekan gratis anak kalau dikeluarkan dalam waktu 28 hari setelah kelahiran bayi.
Terus juga dikasi tau kalau ibu hamil mesti hati-hati dengan sensitivitas terhadap dingin (hieshou 冷え性, maksudnya udara dingin masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan kita merasa dingin terutama area perut dan pergelangan kaki) karena bisa bikin posisi bayinya sungsang. Jadi disarankan sama bidannya untuk mandi air panas paling nggak 3-4 kali seminggu untuk keluarkan udara dingin dari badan tadi. Katanya kalau shower doang, udara dinginnya itu nggak betul-betul keluar dari badan. Juga disarankan untuk cepat tidur-cepat bangun dan jalan kaki paling nggak 6,000-8,000 langkah terutama saat hamil tua.
Nanti kalau sudah dekat masa lahiran, disarankan untuk squat supaya kepala bayi tepat berada di arah jalur bersalin. Juga disarankan untuk kemana-mana bawa pembalut malam supaya kalau tiba-tiba keluar air ketubannya, bisa segera dipakai pembalut malam untuk nampung air ketubannya.
Poin yang mesti diingat saat muncul kontraksi rahim siap bersalin adalah HEMBUSKAN NAFAS saat sakitnya datang.
Lalu karena di Jepang banyak bencana alam, mesti siap-siap untuk persiapan bayi menghadapi bencana alam, misalnya dengan standby susu siap minum dan popok, sama cari tahu lokasi evakuasi terdekat. Minimal ada persiapan untuk 3 hari.
Di post berikutnya aku akan cerita tentang kelas ibu ke2 yaa..