Setelah anak lahir, pemerintah lokal akan mengirimkan berkas2 utk imunisasi dan check-up 4 bulan (dari RS biasanya akan ada kartu pos yg kasi tau utk check-up 3 bulan). Jadi di Maret kemarin Yuna imunisasi pertama! 🤗
Alhamdulillah di dekat rumah ada dokter anak, jadi langsung deh telepon dan booking hari utk imunisasi (di Jepang wajib booking dulu!).
Di hari H, berdua deh sama Yuna ke dokter. Jaraknya dekat banget, cuma jalan kaki 5 menit. Hari itu masih dingin, masih pakai coat.
Rencananya mau imunisasi hepatitis B, pneumococcus, dan rotavirus karena vaksin Hib nya blm ada stok, tapi alhamdulillah bgt pas di resepsionis dikasi tau kalau Hib nya baru masuk kemarin sore🤗Jadi pneumococcusnya cancel dan jadi imunisasi Hib.
Oiya imunisasi hepatitis B, pneumococcus, Hib, DPT-IP, BCG gratis, biayanya ditanggung sama pemerintah. Imunisasi rotavirus biaya sendiri, kena 10,000 yen sekali imunisasi, total 3 kali (utk vaksin 5 jenis).
Nah kenapa imunisasi rotavirus?
Karena rotavirus ini bikin mencret luar biasa, sampai nggak bisa lepas dari toilet dan kabarnya sembuhnya makan waktu sedangkan kitanya lemas dibuatnya. Kasian kan kalau masih bayi kena gitu, bisa nggak tidur juga karena badannya nggak enak. Jadi tanpa pikir panjang aku langsung booking juga utk imunisasi rota dan memang juga direkomendasikan sama dokter anak untuk imunisasi rota.
Yang perlu dibawa :
- Aplikasi imunisasi Hib dan hepatitis B (dapat dari berkas2 yg dikirim dari pemerintah lokal). Karena aku isinya aplikasi utk pneumococcus dan nggak bawa aplikasi Hib, RS ternyata nyediain aplikasi2nya, jadi yg pneumococcus aku bawa pulang lagi, yg Hib aku isi di RS
- Aplikasi imunisasi Rota. Rotavirus nggak termasuk diberkas karena nggak ditanggung pemerintah, aplikasinya diterima dari RS. Jadi pas telepon dan booking, disuruh ambil formulirnya sebelum hari H imunisasi.
- Kartu asuransi kesehatan anak
- Kartu tunjangan kesehatan anak (yg dikeluarkan dari pemerintah lokal). Saitama city (menurut aku) punya layanan yg bagus banget utk anak. Jadi pemerintah lokalnya itu tanggung semua biaya kesehatan anak (biaya ke dokter, obat) sampai si anak kelas 3 SMP.
- Bawa uang (pasti dong😁) . Apalagi kalau imunisasi rotavirus kena biayanya lumayan.
Setelah selesai urusan daftar di resepsionis, nunggu dipanggil. Saatnya Yuna masuk ke ruang pemeriksaan dan ketemu dokter.
Pertama imunisasi rotavirus dulu. Imunisasinya diminumkan gitu, bentuknya gel dan katanya rasanya manis gitu. Diminumkan pelan2 secara bertahap ke bayi. Alhamdulillah Yuna minumnya jago, nggak rewel dan minum aja gitu wkkwwkwk. Nah imunisasi rota ini bisa bikin efek samping si bayi nggak enak badan, demam, dll (ada keterangannya di lampiran formulir utk imunisasi rota, kita disuruh baca itu dulu sebelum booking imunisasi rota) dan kita disuruh hati2 dengan kondisi bayi selama 21 hari, terutama 7 hari pertama. Dan juga mesti hati2 dengan kotorannya bayi krn ada kemungkinan virus rota yang ada di dalam ususnya keluar bersama kotoran, dan kalau kena ke kita, ada kemungkinan kitanya kena rota juga. Jadi pokoknya pas ganti popok mesti hati2 dan cuci tangan (→ karena ini jadinya aku sekarang kalau ganti popok urutan kerjanya : buang popok kotor→cuci tangan→pasang popok bersih).
Setelah itu Yuna imunisasi Hib dan hepatitis B. Dua2nya imunisasi suntik dan ternyata sakit 😭 Dokternya suntik sambil bilang, “ini sakit ya” gitu.. dan begitu disuntik, Yuna mengerutkan alisnya, lalu nangis😅










